Bollinger Bands: Membaca %B dan BandWidth tanpa menganggap *squeeze* sebagai sinyal
Menghitung Bollinger %B dan BandWidth, membandingkan kompresi dalam suatu pasar, serta memisahkan pengaturan *squeeze* dari aturan perdagangan yang berbasis arah pergerakan harga
Dalam panduan iniBaca pita (band) sebagai lokasi relatif
Ringkasan singkat
Bollinger Bands mengubah *moving average* dan ukuran dispersi menjadi sebuah selubung harga (*price envelope*). Dua nilai turunan ini menjawab pertanyaan yang berbeda: %B menunjukkan posisi harga di antara atau di luar pita tersebut, sedangkan BandWidth menunjukkan seberapa lebar selubung harga relatif terhadap garis tengahnya. Pelajari cara menghitung keduanya, membandingkan lebarnya dengan riwayat pasar yang sama, serta memperlakukan *squeeze* sebagai kondisi untuk dianalisis lebih lanjut, bukan sebagai prediksi arah pergerakan harga.
Baca pita (band) sebagai lokasi relatif
Bollinger Bands bagian atas dan bawah menggambarkan harga relatif terhadap *moving average* (rata-rata bergerak) yang dipilih dan dispersi terkini. Harga penutupan di dekat pita atas tergolong tinggi relatif terhadap acuan yang bergerak (*rolling reference*) tersebut; harga penutupan di dekat pita bawah tergolong rendah. Tidak satu pun dari lokasi tersebut merupakan penilaian tetap, prakiraan, atau probabilitas bahwa harga akan berbalik arah. Karena jendela acuan terus bergerak, pita dapat bergeser bahkan ketika harga hari ini hampir tidak berubah. Sentuhan pada pita merupakan sebuah observasi yang harus ditafsirkan bersamaan dengan tren, waktu *bar*, dan aturan yang sedang diuji, bukan instruksi beli atau jual yang utuh. Aturan aslinya secara eksplisit memperingatkan bahwa sentuhan pada pita saja bukanlah sebuah sinyal dan bahwa harga dapat bergerak menyusuri pita dalam tren yang kuat. {source:johnBollingerBandsRules}
Bangun ulang *envelope* dari input-inputnya
Konstruksi yang umum digunakan adalah *simple moving average* periode 20 sebagai pita tengah dan menempatkan pita luar pada dua standar deviasi di atas dan di bawahnya. Dalam notasi, Basis = MA(source, n), Upper = Basis + k × σ, dan Lower = Basis − k × σ, di mana n adalah jendela, k adalah pengali, dan σ adalah dispersi dari sumber yang dipilih pada jendela tersebut. Angka 20 dan 2 yang umum dikenal merupakan pengaturan bawaan (*default*), bukan pengaturan universal. Sumber, jenis basis, kerangka waktu, jendela, pengali, dan *offset* apa pun yang digambarkan, semuanya memengaruhi tampilan grafik. Sesuaikan parameter input ini sebelum membandingkan dua platform atau menyalin sinyal ke dalam skrip. {source:tradingViewBollingerBandsGuide}
Gunakan %B untuk mengukur posisi harga
%B mengubah posisi harga saat ini menjadi skala yang dikaitkan dengan pita (band) saat ini: %B = (Price − Lower) / (Upper − Lower). Pada nilai 0, harga berada di pita bawah; pada 0,5, harga berada di titik tengah (saat pita simetris terhadap garis dasar/basis); dan pada 1, harga berada di pita atas. Nilai di bawah 0 atau di atas 1 berarti harga berada di luar *envelope* (batas pita). Ini adalah posisi yang dinormalisasi, bukan persentil dari hasil di masa depan. Level 0,2 dan 0,8 yang umum ditampilkan merupakan konvensi acuan; jadi, pastikan Anda mencatat apakah aturan Anda menggunakan sentuhan dalam *bar* (*intrabar touch*), penutupan *bar*, atau persilangan (*cross*) yang terkonfirmasi. {source:tradingViewBollingerPercentB}
Gunakan BandWidth untuk mengukur kompresi
BandWidth melakukan penskalaan ulang jarak antara garis luar berdasarkan pita tengah: BandWidth = 100 × (Upper − Lower) / Basis. Nilai ini sering ditampilkan sebagai persentase. Saat garis dasar bernilai positif, penurunan nilai berarti *envelope* menyempit relatif terhadap garis dasar tersebut; peningkatan dispersi biasanya melebarkannya. Jarak absolut yang kecil dan nilai BandWidth yang kecil tidak menggambarkan hal yang sama pada tingkat harga yang berbeda. Penyebut (*denominator*) juga berpengaruh: jika garis dasar bernilai nol, rasio menjadi tidak terdefinisi; selain itu, garis dasar bernilai nol atau negatif memerlukan interpretasi khusus, bukan sekadar perbandingan persentase otomatis. BandWidth mengukur kompresi, bukan penyebab atau arah pergerakan harga di kemudian hari. {source:tradingViewBollingerBandWidth}
Gunakan cuplikan data lima harga penutupan (five-close snapshot) yang dibuat khusus ini untuk melihat kedua ukuran yang diturunkan tersebut. Nilai-nilai penutupannya adalah 97, 99, 100, 101, and 103. Rata-rata dari kelima nilai tersebut adalah 100; dengan menggunakan konvensi pembagi populasi untuk ilustrasi ini, deviasi standarnya adalah sqrt((9 + 1 + 0 + 1 + 9) / 5) = 2. Dengan k = 2, batas-batasnya adalah 104 and 96. Pada harga 103, nilainya adalah %B = (103 − 96) / (104 − 96) = 0.875, sedangkan BandWidth = 100 × 8 / 100 = 8%. Harga 105 akan menempatkan %B pada posisi 1.125, yaitu di luar batas atas; hal ini tidak berarti adanya peluang 112,5% untuk kejadian apa pun. Contoh perhitungan lima titik ini bukanlah pengaturan grafik standar 20-periode, dan perbandingan antar-platform tetap mengharuskan penyelarasan konvensi deviasi standar serta basis perhitungannya.
<!-- learn:figure -->

Bandingkan kondisi *squeeze* (penyempitan) dengan riwayat pasar tersebut
Indikator *squeeze* memerlukan rentang waktu acuan untuk perbandingan. Angka *BandWidth* sebesar 8% bisa jadi mendekati level terendah dalam enam bulan bagi satu instrumen, namun dianggap biasa saja bagi instrumen lain, meskipun menggunakan interval grafik yang sama. TradingView juga mengingatkan bahwa kondisi "sempit" bergantung pada instrumen maupun kerangka waktu yang digunakan, serta menyarankan pembaca untuk memperhatikan riwayat *BandWidth* dan pergerakan harga sebelumnya. Tentukan periode pengamatan (*lookback*), gunakan data observasi yang sudah lengkap, dan tetapkan ambang batas sebelum menganalisis hasilnya. Sebagai contoh, sebuah studi dapat menandai nilai yang berada di bawah persentil ke-10 instrumen tersebut berdasarkan 125 *bar* (batang harga) yang telah terbentuk sebelumnya. Hal tersebut hanyalah salah satu definisi untuk keperluan riset, bukan pengaturan baku resmi ataupun jaminan bahwa fase ekspansi pasti akan terjadi setelahnya. {source:tradingViewBollingerBandWidth}
Tunggu aturan arah yang terpisah
Kondisi *compression* (penyempitan) tidak menunjukkan apakah penembusan (*break*) berikutnya akan mengarah ke atas atau ke bawah. Sebuah aturan praktis dapat membedakan antara peringatan (*alert*) dan pemicu (*trigger*): pertama, tandai kondisi rentang sempit yang telah ditentukan sebelumnya; kemudian, tunggu peristiwa harga yang jelas, seperti penutupan harga (*close*) di luar pita (*band*) tertentu; dan terakhir, tentukan kapan pesanan dapat dikirimkan. Parameter jendela 125-bar dan ambang batas persentil ke-10 yang disebutkan di atas hanyalah input hipotetis. Ujilah berbagai alternatif menggunakan data historis tanpa memilih jendela tersebut hanya setelah melihat mana yang menghasilkan penembusan paling menarik. Kondisi *squeeze* dapat bertahan lama, dan penembusan awal bisa saja gagal atau berbalik arah (*reversal*); pengaturan (*setup*) itu sendiri bukanlah sinyal untuk masuk pasar (*entry*).
Baca penembusan pita di dalam tren
Penutupan harga di luar pita (*band*) tidak secara otomatis berarti sinyal jual akibat kondisi *overbought* atau sinyal beli akibat kondisi *oversold*. Dalam pergerakan yang persisten, harga dapat berulang kali menyentuh atau ditutup di luar pita atas sementara tren terus berlanjut; hal serupa dapat terjadi di bawah pita bawah. Aturan John Bollinger menyatakan bahwa penutupan seperti itu pada awalnya lebih mengindikasikan kelanjutan tren daripada pembalikan arah, meskipun tetap memerlukan interpretasi tersendiri. Jika aturan pembalikan arah menggunakan %B, tentukan bukti tambahan yang membedakan pembalikan arah dari fenomena *band-walking* (pergerakan harga yang terus menempel pada pita), seperti filter tren yang telah ditetapkan sebelumnya atau struktur harga yang terbentuk kemudian. Jangan menganggap beberapa indikator yang saling berkorelasi sebagai konfirmasi independen hanya karena indikator-indikator tersebut memiliki nama yang berbeda. {source:johnBollingerBandsRules}
Kunci pengaturan sebelum melakukan pengujian
Catatlah sumber data, jenis basis, periode *lookback*, pengali (*multiplier*), kerangka waktu (*timeframe*), sesi, penyesuaian harga, *offset*, ambang batas *squeeze*, serta status apakah *bar* saat ini sudah lengkap atau belum. Jika sinyal menggunakan harga penutupan *bar* saat ini dan pita harga saat ini, maka harga penutupan tersebut juga turut memengaruhi perhitungan rata-rata bergerak (*rolling mean*) dan dispersi. Jika batas yang dimaksud harus diketahui sebelum *bar* dimulai, bandingkanlah dengan data pita yang telah terbentuk lengkap sebelumnya; ini adalah aturan yang berbeda. Selanjutnya, tentukan pemicu pesanan, waktu eksekusi berikutnya yang tersedia, *stop*, penentuan ukuran posisi, penanganan *gap*, biaya, serta asumsi *slippage* menggunakan harga yang dapat diperdagangkan. Kondisi grafik dan eksekusi transaksi (baik simulasi maupun *live*) merupakan bagian yang terpisah dalam proses ini.
Pertanyaan umum
Q1Apakah pita dengan dua standar deviasi mencakup 95% dari pergerakan harga di masa depan?
Tidak. Konstruksi standar deviasi tidak menjadikan Bollinger Bands sebagai interval kepercayaan 95% atau prakiraan probabilitas. Observasi harga bukanlah pengambilan sampel normal yang independen, dan pencipta aturan ini memperingatkan agar tidak menggunakan asumsi statistik semata dari perhitungan pita tersebut.
Q2Apakah *Bollinger squeeze* dapat memprediksi ke arah mana harga akan menembus (*breakout*)?
Tidak. BandWidth mengukur kontraksi relatif. Diperlukan pemicu harga dan aturan arah yang telah ditetapkan sebelumnya secara terpisah, dan penembusan (*breakout*) bisa saja gagal terjadi.
Q3Apakah penutupan harga di atas pita atas (upper band) secara otomatis berarti kondisi *overbought* (jenuh beli)?
Tidak. Pita-pita tersebut menunjukkan posisi relatif. Dalam tren yang kuat, harga bisa bergerak menyusuri pita atas, sehingga sentuhan atau penutupan harga di luar pita tersebut tidak dengan sendirinya menjadi sinyal pembalikan arah (*reversal*).
Sumber dan bacaan lanjutan
Laporkan masalah
Kami akan menyiapkan email berisi tautan artikel ini. Mark menerima laporan setelah Anda mengirimkannya
Cek cepat
Sudah membaca panduannya? Uji diri dengan 3 pertanyaan
Pertanyaan 01
Dengan batas bawah 96, batas atas 104, dan harga 103, berapakah %B?
Pilih jawaban untuk melihat penjelasannya
Glosarium opsi
Definisi jelas untuk istilah inti, dari call, put, dan rantai opsi hingga IV, Greeks, serta spread bid-ask
Lihat glosarium opsi